Saat RUH kembali

Sumber : http://i426.photobucket.com/albums/pp344/alphanatics/still%20life/wayang.jpg
Gempa besar di Jepang
yang berlanjut tsunami dahsyat
menghancur luluhkan apa yang ditemui
begitupun dulu
saat hal serupa terjadi di Aceh
memperlihatkan kepada kita
begitu lemah makhluk yang bernama manusia
tiada daya bila alam yang atas perkenan-NYA
memberikan sedikit “pelajaran”
Kesombongan akan akal yang diagung-agungkan
begitu hebat mampu menguasai alam raya
keangkuhan dengan mengedepankan rasionalisme
tanpa peduli si Pencipta Akal itu sendiri
dikalahkan oleh yang berhak SOMBONG
DIA-lah yang satu-satunya Dzat yang maha segalanya
sungguh tidak layak
makhluk seperti kita, menegakkan dada
merendahkan sesama dan merasa diri sebagai terhebat
Apatah lagi bila berfikir tentang kematian
hal yang ghaib bernama MATI
Pernahkan Anda mati ?
pernahkah ruh meninggalkan jasad anda ?
tidak sadarkah
bahwa setiap kita terlelap dalam tidur
maka ruh kita oleh Allah dilepas sementara dari jasad
mengembara, berenang ke alam ruh
bebas tanpa dikungkung oleh wadah yang bernama jasad
Dan bila Allah menghendaki
maka ruh akan kembali ke jasad pada waktu yang telah ditetapkan
dan kita dapat kembali ”hidup” menghirup udara dunia
dan tubuh kita tetap hangat
karena ada kehidupan disana
Namun bagaimana bila Allah tidak menghendaki ruh kembali ke jasad
dan memegang jiwa itu untuk kembali kepada pemiliknya
itulah yang dinamakan wafat
jasad hanyalah sebujur benda mati tak bernyawa
diam dan dingin
yang kemudian makin lama membusuk dan lenyap ditelan alam
tiada yang tersisa selain sejarah
bahwa ada manusia yang bernama fulan
yang meninggalkan sejumlah episode kehidupan
Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan[1313]. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (QS 39:42)
[1313] Maksudnya: orang-orang yang mati itu rohnya ditahan Allah sehingga tidak dapat kembali kepada tubuhnya; dan orang-orang yang tidak mati hanya tidur saja, rohnya dilepaskan sehingga dapat kembali kepadanya lagi.
Bagaimana selanjutnya setelah ruh kembali kepada Allah ?
Tiada lagi harta benda yang menyertai
yang begitu kita banggakan saat ruh masih menaungi jasad kita
harta yang karenanya kita menghabiskan waktu untuk mengejar dan menumpuknya
harta yang dengannya kita hanya menyisakan waktu sedikit kepada Sang Pemberi
harta yang untuknya keimanan digadaikan
harta yang kemudian justru menjerumuskan kita ke lembah kehinaan
Tiada lagi kemegahan yang menjamu kita
yang begitu kita damba untuk merengkuhnya
jabatan yang karenanya kita tega membunuh lawan dan kawan
kemuliaan yang dengannya kita rela mengorbankan harga diri
puja puji yang untuknya kita menyebar fitnah dan menebar kehinaan
kemegahan yang kemudian justru membuat kita lebih hina dari yang kita hina
dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,
Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya). (QS 79:40-41)
Yang menyertai ruh kita
hanyalah jiwa yang bersih
yang selalu berharap akan ridha Ilahi
yang selalu bersimpuh berserah diri
yang selalu menangis menyesali kesalahan
yang selalu berjalan lurus walau penuh onak dan batu tajam
yang selalu merindu bertemu dengan Allah
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, (QS 26 : 88-89)
Ya Allah, jadikanlah dunia ini berada dalam genggaman tanganku
bukan dalam genggaman qalbuku
Previous
Next Post »
0 Komentar