BANYUWANGI – Komitmen Pemkab Banyuwangi
dalam pengembangan perpustakaan berbuah prestasi. Pemerintah daerah
ujung timur Pulau Jawa, ini memperoleh penghargaan dari The Coca-Cola
Foundation melalui program PerpuSeru.
Penghargaan tersebut diterima langsung
oleh Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko dari Direktur Program PerpuSeru, The
Coca Cola Foundation, pada acara Lokakarya Membangun Komitmen
Pengembangan Perpustakaan, di The Hotel Westin, Nusa Dua Bali, kemarin
(14/4).
PerpuSeru merupakan sebuah program
pengembangan perpustakaan yang difokuskan pada penyediaan akses
perangkat teknologi, pelatihan pengurus, serta advokasi bagi
perpustakaan umum di tingkat kabupaten/kota dan desa di seluruh
Indonesia, salah satunya di Banyuwangi.
Melalui program ini, diharapkan
perpustakaan dapat menjadi pusat belajar dan berkegiatan masyarakat
berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sehingga dapat
memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Banyuwangi berhasil menyabet penghargaan
tersebut lantaran Perpustakaan Daerah di kabupaten berjuluk The
Sunrise of Java, ini sudah menerapkan akses pelayanan publik berbasis
teknologi informasi (TI), mulai e-katalog, kartu anggota online,
hingga sistem peminjaman koleksi buku.
“Melalui program PerpuSeru,perpustakaan
Banyuwangi mendapatkanbantuan unit komputer guna menunjang pemanfaatan
TI di Perpustakaan Daerah. Selain itu juga ada pelatihan bagi
kader perpustakaan dalam pemanfaatan TI. Nantinya mereka yang sudah
mendapat pelatihan akan membagikan ilmunya di perpustakaan tingkat
desa,” Wabup Yusuf usai menerima penghargaan.
Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip,
dan Dokumentasi, Riyanti APKD menambahkan, perpustakaan daerah saat ini
memiliki e-book yang bisa diakses melalui internet dengan membuka
website perpusda. banyuwangikab.go.id. E-book yang disediakan
perpustakaan masih content lokal, di antaranya buku sejarah,
sastra, biografi, dan pariwisata Banyuwangi.
Beberapa koleksi e-book tersebut
antara lain, Wong Agung Wilis (Biografi ), Ejaan Bahasa Using, Lembaran
Kebudayaan (sastra), serta beberapa objek dan destinasi wisata
Banyuwangi. “Dengan angka kunjungan pembaca 150 orang/hari, saat ini
masyarakat lebih dimudahkan akses perpus lewat internet.
Masyarakat pun bisa membuka Handpone
sudah bisa mengetahui sejarah Banyuwangi. Begitu juga dengan anak-anak
pelajar yang ingin mengetahui sejarah pahlawan Banyuwangi cukup lewat
gadget-nya,” jelas Riyanti. Selain itu, Perpustakaan Banyuwangi sendiri
memiliki berbagai program dalam meningkatkan minat baca masyarakat.
Berbagai program peningkatan minat baca,
itu antara lain dilakukan melalui perpustakaan keliling dengan
memanfaatkan kendaraan roda empat maupun roda dua. Ada enam armada
mobil keliling dan 32 sepeda motor keliling yang disebar ke seluruh
desa kelurahan yang ada di Banyuwangi.
“Untuk roda dua setiap hari keliling
pelosok desa. Sedangkan mobil keliling setiap hari diluncurkan untuk
beroperasi di sekitar ruang-ruang publik dan keramaian. Misalnya di
Ruang Terbuka Hijau (RTH) TMP Wisma Raga Satria, RTH Sri Tanjung dan
RTH Taman Blambangan,”
